home

CUPLIKAN DARI AJARAN MAITREYA

Dalam bulan April 1988, seorang rekan dekat Maitreya, yang telah lama menetap di tengah-tengah masyarakat Asia di Londen, mulai memberikan keterangan ringkas di mana ia menyajikan cuplikan-cuplikan pelajaran Maitreya dan ramalan peristiwa-peristiwa dunia secara terus menerus. Informasi yang diteruskan kepada dua wartawan yang bermukim di Londen, dipersiapkan dan akan diterbitkan seperti yang dimuat pada salah satu nomor majalah Share International Magazine.
Setiap wawancara akan meliput berbagai macam topik dengan wawasan yang lebih luas, mulai dari banjir di Bangladesh ke sebuah pelajaran tentang "Kepercayaan Diri- sendiri". Kebanyakan dari topik-topik tersebut diterbitkan berulang-ulang, setiap kali dilengkapi dengan informasi baru dari Maitreya. Agar lebih jelas, kami telah meng-edit cuplikan-cuplikan yang diterbitkan di sini sehingga pengamatan mengenai sebuah topik khusus, dikelom-pokkan dan dapat disajikan bersama.
Usul Maitreya untuk menyiarkan materi ini adalah untuk menyiapkan umat manusia akan kehadiran Beliau dan selanjutnya membantu kita memahami hukum-hukum spiritual yang menguasai harkat kehidupan kita. Ramalan-ramalan tentang peristiwa-peristiwa dunia telah dibicarakan melalui banyak wawancara yang ditujukan terutama untuk menjelaskan salah satu hukum spiritual yang sangat penting. "Hukum sebab dan akibat", Maitreya berkata : Hanya dengan berpegang erat serta bekerja menurut hukum-hukum tersebut kita dapat memecahkan krisis-krisis sebagai akibat ulah manusia sekarang yang telah menyebar kebidang sosial, politik, ekonomi dan lingkungan hidup. Karena keterbatasan halaman, kami hanya dapat menyajikan keterangan ringkas mengenai Ajaran Maitreya sesuai dengan kehendak pengikut Beliau. Uraian yang lebih luas dan mendetil dapat dibaca pada buku berjudul: "Maitreya's Mission, Edisi II", yang disadur oleh Benjamin Creme.

POLITIK :

Perubahan Dari Sifat Memecah-belah
Menjadi Kehidupan Dalam Serba Kerukunan

KEKUATAN PASAR
& KOMERSIALISASI

LINGKUNGAN HIDUP :

Kembali Kepada Keseimbangan

KEJAHATAN, KEKERASAN & NARKOTIK :


POLITIK : Perubahan Dari Sifat Memecah-belah
Menjadi Kehidupan Dalam Serba Kerukunan

Dewasa ini suatu kekuatan telah meliputi planet ini. Kekuatan keseimbangan ini membilas kekuatan negatif yang kemudian mencipta kewaspadaan dalam diri setiap individu. Hal ini akan melanda kesemua tingkat kehidupan yang baru. Di bawah pengaruh kekuatan tersebut semakin banyak manusia yang ingin berontak, disebabkan kebiasaan kehidupan mereka yang masih kuno dan masih senantiasa memberlakukan undang-undang yang sudah berusia berabad-abad dan hal inilah antara lain membebani pikiran mereka; dan sudah tibalah masanya untuk dihentikan. Manusia tidak dapat lagi menerima sistim "devide et impera" yang dipaksakan.
Hal ini sedang terjadi disetiap pemerintahan negara diseluruh dunia yang terus menerus dihadapi dengan bermacam ragam permasalahan yang rumit. Sesuai Ajaran Maitreya, jalan keluar permasalahan ini bukanlah hanya dengan membuat dan merobah peraturan dan ketetapan baru, ini bukanlah suatu jawaban yang tepat, justru peratuan-peraturan inilah yang menyebabkan manusia menjadi sakit dan kehilangan sema-ngat.
Cara-cara penekanan dan penindasan yang beraneka ragam akan ditentang dalam bentuk tumbuhnya kewaspadaan pada diri manusia. Katakanlah, jika pemerintah menetapkan peraturan atau ketetapan untuk melarang mereka yang berontak dan menangkapinya |dengan ulah apapun dengan maksud membatasi hak kebebasan berbicara | mereka justru akan melakukan tindakan pembunuhan liar, disertai ledakan-ledakan bom dan tidak ada suatu tentarapun dapat menghentikannya. "Jika suara rakyat tidak didengar, maka disana akan timbul revolusi", kata Maitreya. "Ini bukan ramalan, tetapi karena ada penyebab yang tak dapat dihindari. Tidak ada asap jika tidak ada apinya". Beliau melanjutkan : "Jika anda menyumbat asap akan terjadilah ledakan". Hukum yang sama dari sebab dan akibat yang berlaku sesuai hukum alam, akan tetap berlaku bagi umat manusia.
Energi dari dalam yang baru sedang bekerja membebaskan diri dari hidup perbudakan, memperlihatkan "jati dirinya" dan para politikus juga sudah menyadari bahwa keinginan rakyat itu amat sangat penting.
Budaya politik memecah belah telah berakhir, dan budaya baru yang menghormati nilai kerukunan akan segera berhasil. Sistem politik baru ini tidak lagi dibentuk oleh "isme" dari kata kapitalisme atau sosialisme, melainkan diciptakan oleh harga diri dalam setiap individu dari setiap bangsa. Kebebasan, kemerdekaan dan keselamatan akan menjadi tujuan dan dasar kehidupan dari setiap insan, karena ketiga-tiganya merupakan satu, sama dan sebangun.
Ketergantungan satu sama lain secara global akan menjadi kenyataan yang tidak dapat dipungkiri dalam batas bawah sadar kita, menjadi fakta yang menyatakan bahwa "semua manusia adalah bersaudara" akan diperluas dan diperdalam artinya dalam bentuk struktur-struktur dan program-program kegiatan yang mencerminkan realisasi yang sebenarnya. Seluruh bangsa sanggup dan diberi kesempatan menikmati langgengnya kehidupan bersaudara, membangun cita-cita dan aspirasi bersama menjadi suatu kenyataan.


KEKUATAN PASAR
& KOMERSIALISASI

Menurut Maitreya, "sumber peperangan" telah dimatikan. perang dingin telah selesai. Tak seorangpun percaya bahwa Amerika dan Rusia seperti di masa lalu, akan menghancurkan satu sama lain dalam bencana nuklir. Akan tetapi, Maitreya berkata, energi tak dapat hilang begitu saja, ia selamanya tertuju ke suatu target. Energi ini telah mengembara disekeliling dunia dan tiba-tiba ia menemukan rahim baru; komersialisasi yang diciptakan oleh kekuatan pasar. Ini melambangkan suatu ancaman baru yang serius bagi dunia. Maitreya memperingatkan, bahwa seseorang saja yang berpe-ngaruh sudah akan dapat membahayakan kehidupan manusia. Maitreya berkata, "kekuatan pasar adalah kekuatan kejahatan, membingungkan dan mengacaukan; dan anaknya adalah persaingan dan perbanding-an. Kedua-duanya telah menciptakan malapetaka sosial dan fundamentil. Manusia telah dikutuk untuk mati, secara harfiah, atas nama untung dan rugi.
Kepercayaan baru dari adi kuasa telah menciptakan sistim "ekonomi" yang merupakan jiwa dari komersialisasi. Ini telah melambangkan suatu ancaman baru yang serius untuk dunia; komersialisasi lebih menghancurkan dari bom nuclear. Sifat komersialisasi ini adalah keserakahan, menurut pandangan Maitreya, arti komersialisasi yaitu mendatangkan banyak uang sedangkan orang lain kelaparan.
Komersialisasi telah mempengaruhi semua bangsa dan merupakan bagian dari sebuah pola yang berkesinambungan serta akhirnya akan meruntuhkan bursa saham dunia, yang dimulai di Jepang. Setelah kehancuran ini, kewajiban pertama pemerintah adalah untuk memberikan makanan kepada rakyat dengan pangan yang layak. Kewajiban nomor dua bagi mereka adalah menjamin perumahan yang cocok. Selanjutnya yaitu kesehatan dan pendidikan, dan terakhir pertahanan. Secara singkat kehancuran ini mempelopori penerapan pada tingkat prioritas yang lebih teratur.
Dalam sistem baru ini, adalah kesadaran sosial yang memandu kekuatan pasar dan bukanlah
sebaliknya.


LINGKUNGAN HIDUP :
Kembali Kepada Keseimbangan

Lingkungan hidup akan merupakan masalah utama di seluruh dunia. Bahkan di tahun 1988, waktu ramalan ini dimuat, tak seorangpun dari para politikus menganggap masalah lingkungan hidup secara serius, sekarang perhatian terpusat kesana. Berkembangnya perhatian mengenai lingkungan hidup adalah hasil dari berkembangnya "kesadaran diri sendiri" di dunia. Maitreya mengatakan ada sebuah mata rantai antara lingkungan hidup dalam dan luar; saat anda sadar akan harga diri anda sendiri, lingkungan hidup yang ada dalam pikiran anda, maka semangat dan tubuh akan berada di bawah penguasaan anda; kesadaran ini memandu anda untuk memperhatikan lingkungan hidup luar.
Akan tetapi ada pula hubungan-hubungan antara kekuatan negatif yang dihasilkan manusia dan yang terjadi di alam. Hubungan-hubungan ini tak dirasakan sekarang, akan tetapi ia terlihat makin bertambah dan dipahami. Banyak bencana-bencana alam seperti, banjir, gempa bumi, dan kekeringan misalnya merupakan jawaban atas kegiatan-kegiatan manusia.
Penggunaan kekuatan nuklir juga membangkitkan reaksi-reaksi di bawah hukum "sebab dan akibat". Ada perbedaan antara pemakaian energi evolusioner dasar dan energi yang dimanipulasi. Yang belakangan ini selalu menyebabkan kesusahan karena keseimbangan alam terganggu. Sebuah kincir angin, misalnya, menggunakan kekuatan angin untuk membangkitkan energi. Sebuah peledakan nuklir di bawah tanah yang "diawasi" betapapun baiknya telah memanipulasi energi, mengganggu keseimbangan dunia. Ini dapat dan menyebabkan gempa bumi. Manusia di hubungkan satu sama lain; secara prinsipil suatu pemikiran dapat diterima oleh siapa saja, di mana saja dalam sekejap. Begitu pula, senjata-senjata nuklir dihubungkan satu sama lain melalui energi maupun pembentukan pikiran. Energi di belakang dari semua kegiatan alam dan kegiatan mental adalah energi yang satu itu. Sekarang suatu energi baru telah meliputi planet dan kita akan menyaksikan suatu keseimbangan baru di dunia; baik manusia dan alam akan menanggapi ini secara konstruktip.
Sebagai hasil dari kekuatan energi keseimbangan ini, manusia akan mampu hidup lebih dekat dengan alam semesta dalam suatu kerukunan yang lebih luas, berpengaruh kepada tumbuhan-tumbuhan, dunia khewan dan manusia. Tidak akan ada lagi kebutuhan tenaga nuklir; tenaga matahari akan dipergunakan untuk pemanasan, angkutan dan tenaga industri penggerak.
Tenaga yang bersifat merusak (akibat perilaku manusia) telah dialihkan demikian rupa menjadi lebih konstruktip. Karena kerukunan yang besar antara alam semesta dan manusia, manusia merasa lebih bahagia, karena jika kita merusak lingkungan berarti merusak alam kehidupan kita sendiri.


KEJAHATAN, KEKERASAN & NARKOTIK :

Masyarakat pada umumnya berusaha melepaskan diri dari perubahan serta luapan kejahatan, korupsi, obat narkotik dan kekerasan yang memelopori bejatnya masyarakat, yang pada umumnya terjadi di kota-kota yang tidak dapat dielakkan. Maitreya mengatakan ditempat itulah "sumber meledaknya kejahatan", dimana manusia menjadi pecandu narkotik, pelanggaran seks, pembunuhan dan kejahatan lainnya. Proses meledaknya kejahatan ini menimbulkan kesengsaraan dan kekejaman di masyarakat. Sehingga polisi maupun angkatan bersenjata dengan sungguh-sungguh harus meng-awasi gejolaknya kejahatan yang sedang terjadi. Menurut Maitreya, kejahatan dan kekerasan, seperti juga menghadapi setiap permasalahan membutuhkan analisa yang jitu untuk menemukan penyebabnya.
Maitreya mengatakan, hanya para politikuslah yang harus dituding atas keputus-asaan mereka yang akhirnya menjadi pencandu, pelanggan obat-obat terlarang. Beliau mengajarkan bahwa, jika manusia sekarang hidup dalam serba kekurangan sehingga mereka tak dapat hidup layak, mereka akan menempuh hidup dalam taraf yang sangat menyedihkan. Mereka akan menjual tubuh mereka, mencuri dan akhirnya masuk pen-jara. Jika manusia merasa kehila-ngan masa depan, kehilangan san-dang dan pangan, akhirnya mereka mencari pelarian ke obat-obat narkotik untuk melupakan keputus-asaannya. Melalui obat narkotik mereka dengan mudah terlibat dalam dunia kejahatan dan membunuh-pun dianggap hal yang wajar-wajar saja.
Ancaman besar yang disebabkan oleh narkotik tidak dapat dipecahkan hanya dengan cara menakut-nakuti ancaman pelanggar hukum narkotik yang berlaku. Yang diperlukan adalah pemusnahan total organisasi-organisasi penghasil obat narkotik, namun inipun bukanlah jawaban yang tepat untuk si pencandu narkotik. Pecandu-pecandu narkotik sebenarnya adalah penderita akan kebutuhan spiritual, yang akhirnya mengasingkan-diri secara ekstrim. Manusia yang dengan tujuan hidup yang tidak jelas biasanya akan meng-akhiri hidup mereka dengan cara bunuh-diri perlahan-lahan melalui obat-narkotik.
Bagi mereka "hidup ini tidak akan ada artinya" lagi, ini berarti bahwa cara berpikir "hidup yang tidak ada artinya" itulah, yang harus dibenahi dan dirubah. Upaya yang terbaik dan penting adalah kemampuan kita untuk segera membantu orang itu mengembalikan perasaan harga dirinya. Bila harga diri telah bangkit, kewaspadaan diri akan hidup dalam dirinya. Maitreya mengajarkan, memperbaiki isi hati nurani seseorang bukan karena memantau dari luar, karena keyakinan mempunyai dunia-individu-nya yang khusus.


MEMUPUK KEYAKINAN PERCAYA DIRI

Maitreya, Guru Dunia berkata, "Kedatangan saya bukan untuk mengembangkan sebuah agama baru, saya datang untuk mengajarkan ilmu penemuan jati-diri", sesuatu yang terlepas dari idiologi atau agama, tetapi sesuatu yang dapat menjadi milik semua manusia baik yang sudah beragama dan yang belum. "Saya akan mengutarakannya jika saya telah siap bertemu Anda; untuk itulah maksud kedatangan saya".
Menurut Maitreya, "hanya jati-dirilah yang penting". "Anda adalah jati-diri anda sendiri", ia berkata, "manusia tak akan hidup kekal". Penderitaan disebabkan perkenalan dengan siapa saja termasuk kepada segala sesuatu yang tidak mengenal jati-diri. Hendaknya bertanyalah pada diri sendiri, "siapakah aku"?. Anda akan mendapatkan bahwa anda dibentuk dengan zat-materi (tubuh) dan dengan akal (alam pikiran), maupun dengan kekuatan (jiwa). Akan tetapi anda tidak tergolong katagori di atas. "Akal, jiwa dan tubuh merupakan kuil dari Tuhan". Didalam tubuh-kuil diajarkan pengalaman tentang "mahluk yang tertinggi dan kebesaran Tuhan". Maitreya berkata, salah satu cara yang mudah mengenal saya hanyalah dengan upaya mengembangkan pikiran yang baik, kejujuran jiwa yang sungguh-sungguh dan mahir membagi-bagi cinta-kasih. Setiap tindakan dari pikiran yang tak jujur, jiwa yang tidak ada kasih yang sungguh-sungguh akan mengalami kehancuran. Contoh, jika anda memikirkan sesuatu hal, tetapi berkata lain, dan melakukan tindakan yang berbeda, anda pasti sesat. Kejujuran berpikir akan mempelopori kejujuran berbicara dan bertindak. Keserasian inilah menghantar kita kepada kedamaian dan kebahagiaan.
Tanpa cinta-kasih tidak akan ada keselamatan. Cinta-kasih merupakan "obat" yang paling mujarab. Mempelajari cinta-kasih adalah suatu seni. Seorang ilmuwan yang dilengkapi dengan cinta-kasih, akan mengkaji hukum ilmiah dan kimia (hukum mencipta materi) yang ia gunakan untuk mencipta benda- materi yang menyerupai ciptaan Tuhan. Seniman, yang memiliki cinta kasih mampu melukiskan kebesaran Tuhan melalui pengalamannya.
Maitreya mengajarkan: "Jadilah Anda sebagaimana Anda sendiri, janganlah serahkan harga diri, martabat Anda pada orang lain. Jangan izinkan siapapun meng-ungguli Anda dengan bayangannya. Guru-dunia memberikan pengalamannya, bukan menyelubungi dengan bayangannya.
Janganlah berpendirian hanya mengikuti perbuatan orang lain. Jika Anda berpikir jujur, bersungguh-sungguh memberikan cinta kasih, Anda akan menemukan jati-diri, dengan berlaku demikian Anda akan kenal Saya, dan kemudian Anda akan mengenal Tuhan".
Maitreya berkata, "Saya datang tidak untuk membentuk pemeluk-pemeluk baru. Masing-masing Anda justru harus terus kembangkan tradisi kebesaran agama Anda sendiri". Seorang pemeluk sejati adalah orang yang menghormati tradisi-tradisi ini. Hormatilah agama Anda sendiri, idiologi Anda sendiri yang sederhana, pendirian Anda, dengan demikian Anda akan dekat dengan Guru Dunia.
"Jika Anda melihat Saya", kata Maitreya, "janganlah mencoba menjadi pengikut Saya. Jika Anda mengikuti Saya, Anda akan kehilangan Saya. Jika Anda berpamer di hadapan Saya, Anda tidak akan mengenal siapa Saya. Saya tidak dapat dimonopoli, karena Saya adalah milik setiap orang.

HOME