home

Ketidakseimbangan ekonomi & pergolakan sosial : Apakah kebersamaan jawabannya?


Wawancara dengan Benjamin Creme Oleh: Monte Leach


Monte Leach: Seperti yang telah diperlihatkan oleh majalah Share International, ada kurang lebih satu milyar orang di seluruh dunia yang maju ini, masih hidup didalam kemiskinan. Dalam dunia yang maju, kelesuan ekonomi dapat terjadi. Kesalahan apa yang telah kita lakukan? Menurut pandangan Anda, apa masalahnya?


Benjamin Creme: Masalah yang utama adalah kenyataan bahwa kita telah sampai di akhir peradaban kita. Kita telah menyaksikan kehancuran peradaban lama dalam 2000 tahun terakhir dan sudah dimulainya proses peradaban yang baru. Hal inilah yang menyebabkan mengapa Maitreya ada di dunia ini: untuk memberikan inspirasi dan membimbing kita, untuk mendidik kita dalam menciptakan struktur-struktur yang benar
-- politik, ekonomi, dan sosial -- yang memampukan kita untuk maju terus menghadapi evolusi yang kita alami dengan dasar-dasar pemikiran yang benar. Pada saat ini, Dunia dibagi dalam dua kelompok, pemisahan ke dalam dua kelompok utama, dunia yang maju dan dunia yang berkembang. Dunia yang maju menguasai dan menggunakan tiga per empat bahan makanan yang ada di dunia dan 83 % sumber-sumbernya. Dunia Ketiga, demikian sering disebut, hanya dapat menggunakan sisanya. Akibatnya, pada saat ini ada 38 juta orang yang menderita kelaparan, hidup dalam dunia yang memiliki surplus makanan yang sangat besar. Kita memiliki surplus makanan sekitar 10% per kapita, sehingga tidak ada seorang pun yang seharusnya menderita kelaparan.
Yang harus dilakukan adalah menetapkan apa dan bagaimana kita dalam berhubungan dengan satu sama lain. Maitreya mengatakan langkah pertama yang harus kita ambil untuk menghadapi masalah ini adalah melihat diri kita sendiri sebagai sebuah pribadi, dan saudara di dalam satu ikatan kemanusiaan. Kita harus memiliki kebersamaan perasaan, bahwa kita adalah bangsa yang satu, dan kelompok yang satu, dan oleh karena itu, bahan makanan, bahan mentah, energi, penguasaan akan ilmu pengetahuan, dan fasilitas-fasilitas pendidikan dunia adalah milik setiap orang. Sumber-sumber ini diberikan sehingga semua orang dapat mengembangkannya dengan benar sesuai dengan rencana yang mendasari proses evolusi kita. Akibatnya, kita harus mengalokasikan sumber-sumber ini dengan lebih seimbang. Ketika kita berbagi, Maitreya berkata, kita akan menciptakan keadilan di dunia, dan ketika kita menciptakan keadilan, kita akan menciptakan kedamaian. Dia telah menunjukkan kepada kita bagaimana menciptakan kedamaian. Jika kita tidak dapat menerima proses melalui kedamaian, maka tidak akan ada dunia, karena sekarang kita dapat menghancurkan seluruh kehidupan di planet ini berkali-kali lebih dahsyat. Kita memiliki senjata nuklir untuk melakukan hal ini.

ML: Seperti yang telah anda lihat, ancaman utama terhadap keamanan internasional bukan dari senjata nuklir, tetapi akibat tekanan yang mendasari situasi ekonomi.


BC: Menurut Maitreya, apa yang dia sebut "Mesin Perang", telah diganti. Perang Dingin telah usai. Tidak ada lagi orang yang percaya bahwa Amerika Serikat dan Rusia akan saling menghancurkan satu sama lain dalam bencana nuklir. Namun energi yang dikeluarkan untuk mengirimkan pesawat-pesawat tempur ke angkasa, dan tank-tank, dan pasukan-pasukan ke medan perang tidak akan hilang begitu saja. Kekuatan ini adalah kekuatan yang menghancurkan, seperti yang ia ungkapkan, sedang menjalar ke seluruh dunia, mencari tempat yang baru. Dia menyatakan bahwa kekuatan tersebut telah menemukan "rahim yang baru". "Rahim baru" tersebut adalah komersialisasi yang berdasar pada kekuatan pasar, yang menurutnya, didasari akan keserakahan manusia. Maitreya menyebut kekuatan pasar ini dengan "Kekuatan Jahat" karena kekuatan ini, memiliki bangunan yang tidak seimbang dalam struktur yang sebenarnya. Kekuatan-kekuatan ini, telah menolong beberapa diantara kita untuk mencapai standar kehidupan yang lebih baik, namun diantara berjuta orang yang masih hidup di bawah standard. Komersialisasi berkembang di setiap bangsa di seluruh dunia bersamaan dengan konsep kekuatan pasar yang mulai mendominasai, bahkan pada negara-negara komunis. Kita sedang menghadapi situasi dimana tekanan meningkat sangat besar yang menjadi cikal bakal utama munculnya Perang Dunia III, dan perang tersebut akan menghancurkan seluruh kehidupan.

ML: Banyak orang berpendapat bahwa kekuatan pasar adalah penyelamat umat manusia. Banyak bangsa melakukan hal ini, dalam dunia yang berkembang seperti juga dalam dunia maju. Mereka berkata: "Ini adalah jalan keluarnya. Sistem komunis telah gagal. Pilihan apalagi yang kita punya?"


BC: Sistem komunis tidak gagal. Tetapi tidak pernah dilaksanakan. Sebenarnya kita tidak pernah melihat komunisme dilaksanakan di negara-negara yang disebut blok komunis. Apa yang telah kita lihat adalah jenis negara kapitalis. Apa yang kita lihat sekarang adalah suatu kehancuran sistem politik yang totaliter -- yang banyak berbeda dengan komunisme -- dan perubahan sistim kapitalisme yang bertahap. Maitreya berkata bahwa simbol dari situasi ekonomi baru, yang bukan merupakan kapitalisme atau komunisme, dapat disaksikan dengan bersatunya negara komunis Jerman Timur dan negara kapitalis Jerman Barat. Bersatunya Jerman memberikan kita kemungkinan untuk menciptakan demokrasi sosial atau sosialisme yan demokratis, sesuatu yang bukan merupakan kelas kapitalis maupun komunis. Dia menyatakan bahwa suatu saat hal ini akan menjadi suatu norma di Eropa dan di seluruh dunia.

ML: Bagaimana hal ini dikaitkan dengan apa yang sedang anda jelaskan dengan istilah berbagi?


BC: Kita tidak akan dapat menciptakan situasi yang baru, kecuali jika kita berbagi sumber-sumber kekayaan daripada bersaing untuk mendapatkannya. Kita memiliki makanan dan sumber yang cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, Tetapi bangsa-bangsa besar, -- seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Jepang, dan lainnya -- mendominasi hal tersebut dan menyalahgunakan sebagian besar sumber-sumber ini. Sehingga, tidak akan cukup bagi yang lain untuk memenuhi kebutuhannya dengan harga yang sanggup mereka bayar. Negara-negara Dunia Ketiga terikat dengan keberadaan mereka. Hal inilah yang meyebabkan 38 juta orang menderita kelaparan di negara-negara ini.
Misalnya saja jika kita mengalami kekeringan di Kalifornia, Florida, Inggris Raya, atau Perancis, kita akan mampu untuk membeli bahan makanan dimana saja. Alasan mengapa jutaan orang meninggal bukan karena kekeringan, tetapi karena mereka tidak memiliki dana yang cukup untuk memenuhi bahan makanan yang hilang karena kekeringan. Jika anda memiliki sistem ekonomi yang tidak berdasarkan kompetisi, keserakahan, dan pemenuhan kebutuhan diri sendiri (apa yang disebut kekuatan pasar), maka anda dapat memperbaiki seluruh situasi ini.
Maitreya menyatakan bahwa pemerintahan yang mengikuti kekuatan pasar secara membabi buta akan membawa bangsanya ketingkat kehancuran. Dia mengatakan bahwa peradaban berada pada akhir tambatannya. Peradaban kita sedang menuju ke perhentiannya. Apa yang kita saksikan sekarang bukan hanya sekedar resesi akan keterlambatan produksi. Kita sedang menyaksikan kehancuran peradaban kita yang sekarang yang disebabkan oleh dasar pemikiran yang salah.
Kekuatan pasar mengasumsikan bahwa setiap orang mulai dari titik yang sama. Kenyataannya, setiap orang mulai dari titik yang berbeda. Tidak ada dua bangsa yang mulai dari titik yang sama. Ada ketidaksesuaian yang luar biasa dalam standar kehidupan. Berapa banyak orang yang memba-yangkan bahwa dunia dapat berjalan dengan tidak terbatas dalam situasi seperti ini? Sampai berapa lama orang akan sanggup membayangkan bahwa bangsa-bangsa dari negara Dunia Ketiga akan dapat membangun dengan situasi seperti ini? Jawabannya hanya satu, yaitu: kebersamaan, berbagi sumber kekayaan.

ML: Dengan kata lain, sistem yang ada akan hancur?


BC: Maitreya berkata bahwa kita sedang menyaksikan kehancuran sistem ini. Dia menyatakan bahwa hal ini tidak bisa dielakkan, dan akan terjadi kehancuran pasar stok dunia yang akan dimulai di Jepang. Maitreya menyatakan hal ini pada tahun 1998, dan sejak saat itu, pasar stok Jepang mengalami kerugian sebesar 60%. Maitreya berkata bahwa situasi ini sama halnya seperti sebuah gelembung yang setiap waktu akan meledak. Bagaimana gelembung itu meledak tergantung pada diri kita sendiri, tetapi gelembung tersebut harus meledak dan mengeluarkan segala bentuk korupsi, dan ketidak-adilan yang menghalangi jalannya demonstrasi, yang dia katakan, sebagai bentuk kebenaran yang murni dari manusia. Kita sedang membuang jutaan sumber-sumber yang tak terhitung banyaknya di dunia dengan menyalah-gunakan pemakaian sumber tersebut ke arah kemiskinan dan degradasi dan kesengsaraan kekurangan bahan pangan dan bahaya mati kelaparan.

ML: Anda mengatakan bahwa keruntuhan sistem ini diperkirakan sebagai perubahan-perubahan yang telah anda rekomendasikan untuk dilaksanakan dan tidak ada yang mampu untuk mencukupinya. Mungkin kita dapat melihat kesalahan -kesalahan yang telah kita perbuat di jalan kita.


BC: Banyak orang yang melihat kesalahan-kesalahan yang kita perbuat di jalan kita. Bukan hanya saya yang menyatakan hal ini. Pemerintah dan orang-orang yang mendukung kekuasaan pemerintah, semuanya mencegah agar perubahan itu tidak terjadi. Hampir setiap orang mengakui bahwa perubahan ini berguna, namun mungkin sulit untuk dilakukan.
Maitreya mengatakan bahwa bila keadaan tidak berubah, kita akan menghancurkan diri kita sendiri. Dia menyatakan bahwa hal ini akan membawa kehancuran sistem ekonomi kita, seperti yang telah kita ketahui, yang akan membawa kita ke alam kenyataan, menyadari bahwa kita tidak bisa berjalan dengan bebas tanpa batas di dunia di mana sepertiga penduduk dunia menggunakan tiga per empat bahan makanan di dunia dan 83% sumber lainnya. Kriminal, ketergantungan pada obat, dan ketimpangan sosial di dunia yang maju adalah akibat langsung dari ketidakseimbangan pembagian sumber-sumber kekayaan di dunia. Bahkan distorsi dari situasi yang terjadi akibat pembangunan dunia yang sangat lama, adalah akibat langsung dari ketidak-seimbangan yang diciptakan oleh pola pikir manusia yang tidak harmonis.

ML: Menurut anda, kapan kehancuran ini akan terjadi?


BC: Maitreya telah mengatakan bahwa ini akan segera terjadi. Apa yang kita lihat di Jepang sudah jelas. Pada tahun 1989 pertukaran stok berada pada 38.000 sampai 39.000. Sekarang hanya tinggal 16.000. Akan naik sedikit, dan kemudian turun drastis, kemudian naik sedikit kembali dan turun lagi, akan terus seperti ini, sampai pemerintah Jepang tidak lagi mampu untuk membayar para ahli keuangan. Mereka akan mulai melompat keluar dari jendela yang tinggi seperti yang akan kita lakukan jika kita dihadapi dengan situasi yang sama.

ML: Apa yang akan terjadi setelah itu?


BC: Maitreya mengatakan bahwa ketika hal ini terjadi semua prioritas pemerintah akan berubah. Dia menyatakan prioritas utama dari semua pemerintahan adalah berusaha melaksanakan ketentuan yang benar mengenai bahan makanan yang cukup bagi rakyat. Makanan adalah kebutuhan yang utama. Kedua adalah usaha melaksanakan ketentuan mengenai pemukiman yang sesuai bagi rakyat; ketiga adalah ketentuan tentang kesehatan, dan keempat adalah ketentuan mengenai fasilitas pendidikan untuk seluruh rakyat. Hal ini adalah kebutuhan dasar yang sangat wajar untuk dipenuhi. Namun walaupun demikian, tidak ada satu pun negara di dunia ini, tidak juga Amerika Serikat, negara yang paling kuat, dan salah satu negara terkaya, yang menyatakan keempat kebutuhan ini sebagai hak yang universal. Bila hal ini dilakukan, menurut -Nya, mereka dapat m‚ engubah dunia.
Kemanusiaan sedang mengalami krisis spiritual yang sangat besar. Yaitu krisis identitas, untuk menemukan siapa diri kita sebagai mahluk spiritual. Sebagai jiwa, kita adalah satu. Tidak ada jiwa yang terpisah. Secara fisik, kita memiliki bayangan bahwa kita terpisah, namun sebenarnya kita adalah satu. Oleh karena itu, kita dapat membuat satu langkah ke depan dalam evolusi kita, hanya bila kita menciptakan hubungan antar hak manusia. Hal ini merupakan tujuan spiritual yang hendak dicapai oleh kemanusiaan.
Langkah pertama adalah berbagi sumber-sumber kekayaan di dunia, karena jika kita tidak melakukan hal ini, maka kita akan menghancurkan diri kita sendiri. Hal ini adalah sesederhana itu. Kita memiliki keinginan bebas. Maitreya tidak akan mencampuri hal itu dan dia memastikan bahwa kita tidak menghancurkan diri kita sendiri. Dia memberikan kita beberapa alternatif: Melakukan apa yang telah kita lakukan sekarang, serakah, egois, cara-cara kompetitif seperti dulu dan menghancurkan diri kita sendiri, atau menerima bahwa kita adalah satu, menerima prinsip kebersamaan untuk berbagi: melaksanakannya, menegakkan keadilan dan kedamaian di dunia dan mulai untuk membangun -- seperti apa yang Dia impikan, memperkenalkan peradaban baru yang luar biasa dunia ini, yang tidak pernah dikenal sebelumnya.

ML: Tepatnya, bagaimana cara kerjanya? Akankah perubahan tersebut terjadi secara nasional? Seperti misalnya di Amerika Serikat, akankah kita menyatakan;"Kita harus mengubah prioritas kita?" ataukah itu terjadi secara internasional melalui PBB atau forum lainnya?


BC: Saya kira kombinasi dari keduanya. PBB akan menjadi Majelis utama di dunia. Seluruh masalah-masalah yang menyangkut dunia ini akan dibahas di sana dan desertai cara-cara pemecahan-pemecahannya yang akan mengimplementasikan sistem yang baru. Seluruh dewan PBB akan memperhatikan dengan seksama proses pembagian sumber kekayaan dunia.
Akan tetapi, saya harus menekankan bahwa kita memiliki keinginan yang bebas; Tidak akan ada badan yang dapat memaksakan kehendaknya. Ketika kemanusiaan -- dengan keinginan bebasnya -- menerima prinsip kebersamaan ini dan meminta Maitreya dan Kelompok para Guru Besar lainnya, yang berkeinginan untuk membangun dunia ini kembali, bagaimana cara kita melakukan hal ini, apa-apa yang akan kita lakukan dengan berbagi, maka kita akan menemukan rencana yang telah ada.
Ada sebuah kelompok yang memiliki inisiatif yang tinggi, yang bertahun-tahun bersama-sama dengan para ahli telah berusaha untuk mengatasi seluruh rangkaian rencana dalam memecahkan permasalahan pendistribusian yang sekarang dianggap merupakan jantung masalah-masalah ekonomi. Ini merupakan masalah pendistribusian sumber-sumber kekayaan. Hasil pendistribusian berasal dari perubahan akan kesadaran manusia. Kemanusiaan mendekatkan kepada sebuah titik dimana titik tersebut merupakan awal pergeseran kearah kesadaran yang besar, mulai untuk menyadari kemanusiaannya sendiri dalam kaitan hubungannya satu sama lain, dengan planet ini, dengan alam, dengan apa yang kita sebut dengan "Tuhan", dengan cara yang benar-benar baru. Maitreya mengatakan bahwa semuanya, setiap hal yang ada di jagad ini, saling berhubungan. Tidak ada yang terpisah di titik mana pun. Apa yang kita lakukan pada diri kita, kita melakukannya kepada alam. Apa yang kita lakukan terhadap alam, kita melakukannya kepada diri kita sendiri, seperti Tuhan, karena kita adalah refleksinya, titik kesadaran dari kesadaran total yang dinamakan "Tuhan".
Melalui seluruh jagad raya, proses ini terbentuk dan membentuk kembali; setiap pemikiran, setiap tindakan, dibentuk ke dalam gerakan sebuah sebab. Efek yang lahir dari sebab-sebab ini membentuk hidup kita. Apabila kita memgalami ledakan nuklir bawah tanah, misalnya, kita pasti akan mengalami gempa bumi. Setiap akibat datang dari sebab.
Maitreya akan menekankan -- dan kita harus mengetahuinya sekarang bahwa kita memiliki banyak waktu untuk mengerti akan hal itu -- bahwa semuanya dalam kehidupan menuruti hukum sebab-akibat. Kita tetap tidak bisa menciptakan kondisi yang salah dan mengharapkan tidak akan terjadi sesuatu. Apabila kita menciptakan situasi yang tidak seimbang pada sesuatu bangsa atau negara, tidak bisa dapat dibantah lagi, bahwa kita telah melakukan tindakan kejahatan. Hanya dengan membuat satuan kepolisian atau kemiliteran yang kuat tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harus membasmi seluruh sumber-sumber kejahatan -- ketidakadilan, ketidakseimbangan. Seluruh proses evolusi bergerak menuju keutuhan, peleburan dan akhirnya perpaduan. Kekuatan pasar yang berdasarkan pada pembagian, pemisahan dan kompetisi, bertentangan dengan proses evolusi. Itulah sebabnya mengapa Maitreya menyebutnya dengan "kekuatan jahat". Mereka memiliki tempat, namun tempat yang sangat terbatas. Jika sistem ini benar dilaksanakan dan diikuti begitu saja, maka sistem ini akan mengarahkan kita kekehancuran.

ML: Apakah Maitreya akan secara terbuka menyarankan kemanusiaan ini? Saat ini saya pikir, hanya sedikit orang yang mengetahui keberadaannya.


BC: Maitreya akan menyarankannya secara terbuka. Dia akan datang sebagai "Guru Dunia" untuk semua kelompok, baik yang beragama maupun yang tidak. Bagi orang yang religius, Dia akan terlihat sebagai guru yang mereka harapkan : Kristus bagi umat Kristen, Maitreya Buddha untuk umat Buddha, Penyelamat untuk umat orang Yahudi dan pemeluk agama Islam, Krisna untuk umat Hindu. Tetapi kenyataannya, Dia adalah seorang Guru, seorang Pendidik bagi Kemanusiaan, menunjukkan kepada kita bagaimana mendapatkan jati diri kita sendiri, sebagaimana perilaku mahluk spiritual, dan oleh karena itu mencari bagaimana menciptakan lingkungan yang bisa diekspresikan secara spiritual. Hal ini tidak bisa diekspresikan ditengah-tengah teori pembagian dan pemisahan, karena kompetisi ini berdasarkan dari kekuatan-kekuatan pasar.

ML: Misalkan saja, jika saya seorang petani di Amerika Serikat dan saya menjadi seorang petani yang menanam bahan makanan dan saya bekerja sangat keras untuk itu, apakah saya tidak boleh menikmati keuntungan hasil kerja keras saya? Berbagi kedengarannya sangat bagus, tetapi apakah kita mampu untuk melakukannya jika tiba saatnya?

BC: Menurut Maitreya kita harus melakukannya. Dia sudah tahu bahwa sifat kemanusiaan siap untuk berbagi dan akan menerima prinsip kebersamaan. Itulah sebabnya mengapa dia bisa berada di sini.
Tentu saja, petani di Amerika Serikat yang menghasilkan bahan makanan, dapat menikmati hasil kerja kerasnya, akan tetapi bagi petani miskin di Zaire atau Zambia seharusnya juga ikut menikmati hasilnya. Hal seperti ini tidak kita temui sekarang. Di dunia yang maju, kita memproduksi banyak bahan untuk mendominasi pasar. Kita menentukan harga bahan makanan dan karena sumber-sumber tersebut adalah milik kita, kita juga melakukan hal yang sama ke pada negara-negara Dunia Ketiga. Kita meminta negara-negara Dunia Ketiga tersebut bahan-bahan dan produk-produk mentah yang sebenarnya dapat memungkinkan mereka -- yang berjumlah 1000 juta orang -- untuk tetap bertahan hidup dengan jumlah yang masih hidup di bawah standar garis kemiskinan dan diantaranya terdapat 38 juta orang kelaparan. Namun demikian, kita tetap melakukannya untuk pasar kita, untuk produksi kita. Kitapun menentukan nilai yang paling tinggi yang dapat kita jual di pasar dunia sehingga dengan demikian kita tetap pertahankan apa yang dinamakan kehidupan palsu. Orang-orang di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang hidup di belakang negara-negara Dunia Ketiga. Ini kenyataan. Alasan mengapa kita tidak dapat melihatnya adalah karena keegoisan kita. Maitreya menyebut keegoisan kita sebagai "sumber dari kejahatan".

ML: Walau pun demikian, banyak orang di sini, di Amerika Serikat, akan mengatakan bahwa kita tidak egois. Jika Afrika atau negara lainnya mengalami krisis, kita memberikan bantuan pangan dan obat-obatan.


BC: Tentu saja, namun itu adalah reaksi individu. Di setiap negara anda akan menemukan orang-orang yang memiliki hati untuk membantu kebutuhan sesamanya. Namun hal itu dapat muncul dan hilang begitu saja. Kemanusiaan yang seutuhnya, baik itu melalui lembaga-lembaga, pemerintahan dunia, tidak akan mampu menyelesaika masalah ini secara keseluruhan. Kita tidak akan memaksakannya, mungkin saja, jika ada sebuah pemerintahan yang prioritas utamanya membantu jutaan orang kelaparan, walaupun itu berarti mereka harus mengurangi standar kehidupan bangsanya. Tidak akan ada orang yang akan memenangkan suara, demikian juga pemikiran para politisi. Saatnya akan tiba ketika mereka tidak akan memenangkan pemilihan, kecuali jika mereka memperhatikan masalah ini dan memberikan prioritas utama mereka.
Menurut Maitreya apa yang akan kita saksikan nanti adalah akan terbentuknya pendapat dunia yang terfokus, sama, dan terpusat pada kebersamaan sebagai hak Ilahi. Maitreya menyatakan: "ketika anda berbagi, anda akan mengenal Tuhan dalam diri saudara Anda". Dia mengatakan bahwa masalah yang dihadapi manusia adalah nyata, tetapi dapat terpecahkan. Pemecahannya terletak dalam diri kita sendiri. Dia berkata: "Perhatikan keperluan saudaramu ketika Anda hendak melakukan suatu kegiatan dan pecahkan masalah-masalah di dunia. Tidak ada cara lain". Dia akan mengukuhkaan dan mengarahkan opini publik dunia yang sangat terorganisir, sehingga tidak ada pemerintahan di dunia ini yang dapat menolaknya. Opini publik dunia inilah yang secara perlahan-lahan akan memaksa seluruh pemerintahan di dunia untuk menerima prinsip kebersamaan karena kita tidak memiliki alternatif lainnya. Kita harus berbagi atau kita akan hancur.

ML: Kalau begitu, intinya ada di dalam kekuatan rakyat, bukan dari Guru-Guru seperti Maitreya.


BC: Tepat sekali. Maitreya datang dengan kekuatan inspirasi-Nya dan ajaran-Nya, tetapi tidak dengan kekuatan autokratis. Dia berkata bahwa mulai sekarang pemerintahan di mana saja akan berada di tangan rakyat, dan untuk rakyat. Kita telah menyaksikan hal itu. Lihatlah apa yang terjadi pada Uni Soviet yang dulu. Pada awalnya memang terjadi kerusuhan, tetapi siapa yang meruntuhkan tembok Berlin? Siapa yang membuat Uni Soviet terbuka? Tuan Gorbachev memang orang yang memegang peranan penting dalam mengakhiri perang dingin dan keterbukaan di Uni Soviet. Dari semua pemimpin dunia, dialah orang yang paling responsif terhadap ajaran dari Maitreya.
Kita sedang menyaksikan penyatuan kemanusiaan, dari bangsa-bangsa di dunia, agar mereka bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri. Dalam tahun-tahun terakhir, hal tersebut sudah terjadi di seluruh dunia. Dunia kediktatoran sudah hilang. Itulah sebabnya Uni Soviet terpecah,--bukan karena jatuhnya komunisme, tetapi karena jatuhnya totaliterisme.
Kita juga sedang menyaksikan keruntuhan sistem ekonomi yang totaliter. Sistem ekonomi yang sangat terpengaruh dari kekuatan pasar ini, sedang menuju kekehancuran. Totaliterisme yang ketiga yang juga akan hancur adalah tolaliterisme dalam agama. Totaliterisme agama sedang berada puncak kekuatannya. Kita dapat melihat hal ini, dari banyaknya kelompok-kelompok masyarakat Fundamentalis di semua agama, bahkan dalam agama Budha dan Hindu yang sangat toleran. Hal ini terlihat dalam masyarakat Islam yang sangat kuat sekarang ini, dan juga dalam masyarakat Kristen. Totaliterisme dalam masyarakat Kristen akan mendapat gilran yang terakhir menghilang, dengan demikian secara perlahan-lahan totaliterisme gereja akan hilang. Setelah itu kemanusiaan kita akan mengenal kebebasan untuk pertama kalinya: kebebasan bidang politik, ekonomi, keadilan, dan kebebasan untuk berpendapat dan untuk menganut kepercayaan.


HOME