|
|
|
"MARAKNYA TANDA-TANDA SERTA KEAJAIBAN"
MENYAMBUT :
KEDATANGAN GURU DUNIA
SHARE INTERNATIONAL sekaligus meliput dua
bobot berita hasil pemikiran era kini - mencakup bidang politik dan sprituil.
Menghidangkan paduan berita yang menggaris bawahi politik, sosial, ekonomi
dan spirituil yang sekarang terus berubah dalam skala yang sangat luas
menjurus pemecahan praktis untuk membangun kembali dunia kita yang condong
berlandas poros peri keadilan dan rasa haru.
SHARE INTERNATIONAL meliput berita, kejadian
dan komentar terkait akan keagungan ajaran Guru Dunia Maitreya; kecukupan
distribusi akan bahan makanan yang adil; perawatan kesehatan dan edukasi
sebagai hak universal; penataan keseimbangan ekologi di dunia.
SHARE INTERNATIONAL memiliki dua orang jeneral
editor:Peter Liefhebber, wartawan kawakan dari Negeri Belanda;dan Benjamin
Creme, artis dari Inggris, futuris, esoterik dan pengarang yang menyebarkan
ajaran ke seluruh dunia mengenai kehadiran Guru Dunia.
SHARE INTERNATIONAL disebarkan dalam bahasa
Inggris ke lebih dari 70 negara. Terdapat juga versi-versi lain dalam bahasa
Belanda, Perancis, Jerman Rumania , Spanyol dan bahasa Jepang. Terjemahan
paragrap yang dimuat dalam -web site- ini, mungkin juga ditemui dalam -
web site - dalam bahasa-bahasa yang berikut:
PERDAMAIAN DUNIA .......
HANYA MELALUI CARA SALING MENANGGUNG
Antara tahun 1977 dan 1982, Maitreya melalui telepati telah menyampaikan
fragmen-fragmen mengenai Ajaran Beliau secara tetap kepada Benjamin Creme
melalui pertemuan-pertemuan umum di London. Pokok Ajaran ini diberikan
dan diulang berkali-kali karena ini penting dan dibutuhkan untuk mengakhiri
penderitaan dari jutaan umat manusia yang menahan lapar atau kelaparan
di bumi kita, dunia yang sebetulnya berlebihan pangan. Ketidak-seimbangan
ini merupakan salah satu penyebab utama mengapa Maitreya muncul kembali.
"Bagaimana Anda akan merasa puas dengan cara-cara hidup Anda sekarang",
bertanya Maitreya, "jika jutaan manusia kelaparan dan mati dalam kemelaratan,
jika si kaya memamerkan kekayaan mereka di depan pintu anda, jika tetangga
merupakan musuh terdekat; jika setiap orang tidak mempercayai saudaranya
sendiri?. Untuk berapa lamakah Anda akan hidup seperti ini, kawan?. Untuk
berapa lamakah Anda menyokong keburukan ini? " Sejak tahun 1977 ketika
pesan ini disampaikan kita merasa takut oleh karena gagalnya panen di Afrika
dan kesengsaraan yang berkepanjangan di negara-negara lain. Lama kelamaan
kita mengakui dan sadar bahwa kelaparan di permukaan bumi dan kebobrokan
moral dimana-mana tidak seharusnya terjadi, jelas hal ini disebabkan bukan
karena kekurangan pangan atau kemampuan memproduksi pangan, melainkan karena
adanya ketidak-adilan sosial, politik dan ekonomi yang menciptakan kemiskinan.
Adalah Si Miskin yang selamanya harus menahan lapar dan anehnya keadaan
ini berlangsung terus baik di negara yang "ekonominya mapan"
atau di "negara yang sedang berkembang", baik pada lembaga-lembaga
dalam negeri ataupun lembaga internasional. Sampai saat ini situasi kelihatannya
tidak berobah bahkan akhir ini nampak jelas bahwa pada kedua lembaga-lembaga
tersebut di-sinyalir kecenderungan mempertahankan dan menunjang kebobrokan
moral dan kemiskinan. Akibatnya per-bedaan kehidupan antara Si Kaya dan
Si Miskin tumbuh semakin membesar; sekarang perbedaan ini malah menjadi
momok dan menjurus menjadi ancaman terbesar bagi perdamaian dunia.
Diantara faktor-faktor yang mempertahankan lembaga-lembaga tersebut di
atas adalah sikap "pemuasan diri sendiri". Maitreya menyebutkan
pemuasan tersebut sebagai akar dari segala kejahatan di dunia. Hal tersebut
telah mendorong individu-individu maupun lembaga-lembaga "menjadi
terasing dari kenyataan sebenarnya", dan justru faktor inilah yang
menghalang-halangi kita menemukan rumus untuk memecahkan persoalan dengan
cara yang lebih efektif. "Pemuasan diri sendiri" biasanya berakhir
dengan penghancuran diri dan membawa akibat penghancuran total seluruh
masyarakat.
Maitreya menjelaskan, jika kita kehen-daki kitapun sanggup memilih dan
merubah cara-cara hidup kita dan de-ngan berlaku demikian kita mampu mengatasi
masalah kelaparan, sekaligus mengakhiri sejumlah permasalahan. Dan sebenarnya
krisis-krisis yang kita hadapai sekarang adalah akibat dari keserakahan
manusia itu sendiri. "Permasalahan umat manusia selamanya akan ada
tetapi harus dapat diatasi". Pemecahannya berada di tangan kita sendiri.
Gunakanlah kebijakan sebagaimana Anda menghadapi masalah sesama saudara
dan gunakanlah kebijakan ini sebagai tolok ukur untuk memecahkan masalah-masalah
international yang anda hadapi. Tidak ada jalan lain. "Jika kita mulai
mengikuti saran ini dan melaksanakan prinsip sama-sama menanggung, maka
mulailah timbul saling percaya diantara manusia dan bangsa-bangsa, jika
sekali ada saling percaya, keadilanpun akan dapat ditegakkan; sekali keadilan
tercipta untuk seluruh umat manusia, untuk selanjutnya kita akan menikmati
perdamaian abadi yang langgeng dan sejati".
|
| renewal 01.08.1999 |
|
Harapan menggebu tinggi menunggu kehadiran Saya.
Dengan senang Saya memperkenalkan diri
kehadapan umat manusia.
Carilah Saya, dan temukanlah Saya yang sedang
menunggu kehadiran anda.
Kemudian kejarlah Saya, dan peganglah tangan
Saya erat-erat.
Saya perlu bantuan dan akan hadir di depan anda,
memberkahi dunia ini, mengajarkan dan meyakinkan umat manusia bahwa jalan
untuk
mencapai sukses adalah sederhana,
yang dituntut hanya Percaya kepada Keadilan, Kebebasan,saling bantu-bersama
dan Kasih. |
|